Oleh : Diki Ramadhan
Kitab suci agama Islam adalah Al-Quran, yang berisi tentang, akidah, syariah dan aturan-aturan. Tentunya dalam menterjemahkan Al-Quran dalam kehidupan memerlukan alat bantu yang disebut tafsir. Pada saat ini sudah banyak sekali kitab-kitab tafsir yang bermunculan dengan berbagai metode dan corak penafsiran, salah satu kitab tafsir yang hadir baru-baru ini adalah tafsir Muyassar karya Aidh al-Qarni, dan pada tulisan ini akan sedikit memperkenalkan kitab tafsir tersebut.
Biografi
Singkat Aidh al-Qarni
Aidh al-Qarni lahir di perkampungan al-Qarn tahun 1379H (1960 M).
Nama lengkap beliau adalah Aidh Abdullah bin Aidh al-Qarni. Nama al-Qarni
diambil dari daerah asalnya di wilayah selatan Arab Saudi. Beliau berasal dari
keluarga “Majdu” di perkampungan al-Qarn, sebelah selatan kerajaan Arab Saudi.
Di perkampungan ini lah beliau dibesarkan, sejak kecil dia sudah diperkenalkan
oleh ayahnya dengan aktivitas keagamaan. Sejak kecil sang ayah sudah membawa
al-Qarni ke masjid untuk shalat berjamaah. Sang ayah juga telah memperkenalkan
berbagai macam buku bacaan kepada al-Qarni semenjak kecil. Karenanya, ia sudah terbiasa
dengan bacaan sejak kecil.
Faktor
Pendorong Hadirnya Tafsir Muyassar
Dalam muqaddimahnya, al-Qarni mengatakan, yang menjadi motivasinya
untuk menuliskan tafsir ini, tidak lain dikarenakan, beliau mencari-cari tafsir
yang menjelaskan makna-makna ayat secara gamblang dan ringkas, serta langsung
menjelaskan makna ayat ketika pertama kali dibaca, yaitu tafsir yang
menunjukkan kepada maksud setiap ayat.
Ada beberapa alasan, mengapa Aidh al-Qarni, menulis tafsir Muyassar ini, pertama, karena beliau meliahat ada ahli tafsir yang mementingkan segi bi al-ma’sur saja, dan mencantumkan banyak sanad, lalu mengulang-ulangnya, untuk langsung menjelaskan makna ayatnya, kedua, ada juga yang mementingkan dari segi balaghah dan sastranya, sehingga ia menyebutkan banyak rahasia sastra Al-Qur’an yang terkandung, ketiga, ada pula penafsir yang lebih memperhatikan dari segi hukum, sehingga memfokuskan pembahasannya dalam masalah-masalah fikih dan pendapat ulama, dan keempat, ada penafsir yang memperhatikan pesan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, tanpa menganalisa lebih dalam mengenai kebahasaan dan arti kosa kata.
Al-Muyassar nama kitab tafsir tersebut yang memiliki arti “mudah,
memudahkan bagi pembaca untuk memahami tafsir ini”. Kitab ini dinamakan
al-Muyassar menurut Aidh al-Qarni karena menurutnya tafsir ini mudah dipahami
dan disajikan dengan bahasa yang lugas dan jelas . Ini alasan beliau memberi
penamaan pada kitab tafsirnya.
Metode,
Corak, Kelebihan dan Kelemahan Tafsir Muyassar
Dalam Tafsir
Muyassar karya Aidh al-Qarni menggunakan metode ijmali dalam menafsirkan
ayat-ayat al-Qur’an dan cenderung menggunakan corak sufi. Di dalam teknik
penulisan tafsir Muyassar lebih dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan
pengalaman serta tujuan yang ingin dicapai oleh Aidh al-Qarni, yakni mengacu
pada urutan surat yang terdapat dalam musḫaf standar yang dipakai para ulama
tafsir. Sedangkan sistematika yang digunakan dalam menafsirkan, tafsir Muyassar
diawali dengan menyebutkan daftar isi urutan-urutan surat yang sesuai dengan musḫaf,
serta menjelaskan maksud dan tujuan yang terdapat dalam mukadimahnya. Dalam
menafsirkan surat, al-Qarni selalu menyebutkan tentang identitas turunnya
surat, nomer dan makna surat, dan jumlah surat yang terdapat dalam surat
tersebut disertai dengan makna dari surat tersebut. Adapun kelebihan tafsir
Muyassar yakni bahasanya mudah dipahami dan menyebutkan inti makna yang
terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an, serta menyebutkan pendapat yang shahih.
Kelemahannya dalam menukil hadits sebagai referensi al-Qarni tidak menyebutkan
sanadnya, sehingga kualitas haditsnya dipertanyakan.
Contoh
Penafsiran Aidh al-Qarni dalam Tafsir Muyassar
Untuk mengetahui sejauh mana metode dan corak penafsiran tafsir Muyassar, maka akan saya berikan contoh penafsiran beliau dalam menafsirkan beberapa ayat-ayat Al-Qur’an.
1. Contoh penafsiran dalam tafsir Muyassar yang menggunakan metode ijmali dalam surat
Al-Alaq ayat 1;
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
اقرأ
ما أنزل إليك من القر آن مفتتحا با سم ربك المتفرد با الخلق، فبا لقر اءة ينال
العلم، وتحصل المعر فة، ويعبد الر ب، وبا سم الله تحصل البر كة و الفتح و التو
فقين.
Tafir Muyassar : Bacalah Al-Qur’an yang telah di turunkan kepadamu
dan awalilah dengan menyebut nama Tuhan yang sendirian dalam menciptakan
makhluk. Karena, dengan membaca, ilmu pengetahuan akan diperoleh dan Tuhan akan
disembah. Dan dengan menyebut nama Allah, niscaya keberkahan, kemenangan dan
petunjuk akan didapatkan.
2. Contoh penafsiran dalam Tafsir Muyassar yang menggunakan corak sufi dalam surat
An-Nur ayat 35;
اَللّٰهُ
نُوۡرُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ ؕ
مَثَلُ نُوۡرِهٖ
كَمِشۡكٰوةٍ فِيۡهَا مِصۡبَاحٌ ؕ
الۡمِصۡبَاحُ فِىۡ زُجَاجَةٍ ؕ
اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوۡكَبٌ دُرِّىٌّ يُّوۡقَدُ مِنۡ شَجَرَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ
زَيۡتُوۡنَةٍ لَّا شَرۡقِيَّةٍ وَّلَا غَرۡبِيَّةٍ ۙ يَّـكَادُ زَيۡتُهَا
يُضِىۡٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٌ ؕ
نُوۡرٌ عَلٰى نُوۡرٍ ؕ
يَهۡدِى اللّٰهُ لِنُوۡرِهٖ
مَنۡ يَّشَآءُ ؕ
وَ يَضۡرِبُ اللّٰهُ الۡاَمۡثَالَ لِلنَّاسِؕ
وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ
Artinya
: Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya,
seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang
berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu)
pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya
(saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas
cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang
yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir
Muyassar : Allah SWT adalah cahaya langit dan bumi yang mengatur urusan-urusan
keduanya. Dia memberi hidayah kepada makhluk yang ada di langit dan di bumi.
Sesungguhnya Allah SWT adalah cahaya, dan tabir-Nya juga cahaya. Dengan
cahaya-Nya, seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi mendapat petunjuk.
Kitab Allah adalah cahaya. Utusan Allah adalah cahaya. Dengan cahaya Allah,
kegelapan pun menjadi terang, langit dan bumi bersinar, dan semua alam semesta
menjadi terang benderang. Perumpamaan cahaya Allah yang dapat memberi hidayah,
yakni iman dan Al-Qur’an yang tertanam di dalam hati orang-orang beriman adalah
laksana sebuah lubang yang tak tembus di dinding dan pada dalamnya terdapat
pelita penerang. Lubang yang tidak tembus itu dapat menyatukan cahaya pelita
sehingga cahayanya tidak berpencar dan sinarnya menjadi sangat terang. Pelita
ini berada di dalam kaca. Kaca ini laksana bintang yang bercahaya, gemerlap
bagaikan mutiara karena begitu terangnya. Lentera yang terang ini menyala
dengan bahan bakar minyak pohon yang penuh berkah, yaitu pohon zaitun yang
tumbuh tidak di sebelah Timur sehingga sinar matahari tidak dapat menerpanya di
saat sore hari dan tidak pula di sebelah Barat sehingga sinar matahari tidak
sampai kepadanya di waktu pagi. Namun pohon zaitun ini berada di tengah-tengah
bumi, tidak ke Timur dan juga tidak ke Barat. Pertumbuhan pohon itu sempurna,
naungannya rindang, dan buahnya matang. Minyak pohon itu sendiri sangat terang
bersinar karena begitu jernih sebelum ia sentuh oleh api. Ketika api
menyentuhnya cahayanya pun semakin terang dan sempurna. Itulah cahaya di atas
cahaya, yaitu cahaya yang ditimbulkan oleh minyak di atas cahaya yang
ditimbulkan dari api. Inilah perumpamaan hidayah Allah yang bercahaya di dalam
hati orang yang beriman dengan cahaya fitrah dan cahaya wahyu. Allah membimbing
hamba-hamba-Nya kepada keimanan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an. Allah membuat
perumpamaan ini bagi manusia agar mereka dapat memahami hukum dan permasalahan.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun yang samar, serta apa
yang ditampakkan maupun yang dirahasiakan.
“Wallahua’lam”
Alhamdulillah, terima kasih ilmunya, jadi menambah referensi kitab tafsir.
BalasHapusSama-sama, khi.
HapusTefima kasih ilmunya, sngt bermanfaat🙏
BalasHapusSama-sama, khi.
Hapus